PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA USIA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KELUARGA BROKEN HOME

Sheilla Varadhila Peristianto

Abstract


Psychological well-being atau kesejahteraan psikologis seharusnya menjadi sumber resiliensi dalam menghadapi kesulitan dan mencerminkan fungsi positif, kekuatan personal, dan  kesehatan mental bagi setiap individu. Namun, ketidakharmonisan dalam suatu keluarga yaitu kondisi broken home berdampak pada tingkat kesejahteraan psikologis sampai tingkat usia dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untu melihat gambaran kesejahteraan psikologis pada usia dewasa awal yang mengalami broken home. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Pemilihan subyek menggunakan teknik purposive sampling. Responden pada penelitian ini merupakan individu usia dewasa awal laki-laki dari keluarga broken home sejak masa kecil. Pengumpulan data penelitian dengan cara wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil subyek memiliki ciri khas masing-masing dalam menjalani kehidupan dan dengan dominasi dimensi yang berbeda.

 

Kata kunci: Psychological well-being, broken home, dewasa awal


Keywords


Psychological well-being, broken home, early adult

Full Text:

PDF

References


Alwisol (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

Az-Zhecolany, Ali Hasan (2011). Kesalahan-kesalahan Orang Tua PenyebabAnak Tidak Shalih. Yogyakarta: Diva Press

Dr. Sumanto, MA (2014). Psikologi Perkembangan: Fungsi dan Teori.Yogyakarta: CAPS Center of Academic Publishing Service)

Hurlock (2014). Psikologi Perekembangan. Jakarta: Erlangga

Lestari, Sri (2018). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan PenangananKonflik dalam Keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Ryff C. D (2014). Psychological well-being revisited: Advances in the scienceand practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83, 1028. Doi: 10.1159/000353263

Santrock, J. W (2014). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup).Jakarta: Rosdikarya

Schultz, D (2010). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat(Growth psychology: Models of healthy personality). Terj Yustinus.Yogyakarta: Kanisius (Karya asli terbit 1977)

Sofyan S. Willis (2011). Konseling Keluarga (Family Counseling). Bandung: Alfabeta

Sugiyono (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan, Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta




DOI: https://doi.org/10.26486/psikologi.v22i1%20Feb.959

Article Metrics

Abstract view : 29 times
PDF - 46 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Sheilla Varadhila Peristianto

Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Indexed by

  ipiii.png 

Crossref logo Dimensions Google Scholar

View INSIGHT Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.