DINAMIKA PSIKOLOGIS ANAK DENGAN TARAF INTELEKTUAL BORDERLINE YANG MENGALAMI KECEMASAN DI SEKOLAH

Angelina Diyah Arum Setyaningtyas

Abstract


Tujuan penelitian ini yakni mengetahui dinamika psikologis anak dengan taraf intelektual borderline yang mengalami kecemasan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian psikologi yang pengambilan datanya dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang, dimana anak tersebut dipilih berdasarkan kriteria anak-anak usia 6-12 tahun, memiliki IQ Borderline yang dibuktikan dengan hasil test IQ, dan menunjukan tingkat kecemasan yang tinggi dengan pada skala Children Test Anxiety Scale (CTAS). Hasil menunjukkan bahwa kecemasan akademik yang berlebihan yang dialami oleh anak dengan intelektual borderline merupakan hasil dinamika dari kapasitas intelektual yang kurang dan kerentanan kepribadian yang juga menjadi akibat dari kapasitas intelektual yang terbatas. Hal ini sesuai dengan pendapat Kephart (1996) dimana orang yang kemampuan mentalnya rendah, kepribadiannya menjadi tidak matang, dan tidak rasional Pada kedua subjek, Di sekolah, subjek mendapatkan tekanan beban tugas yang padat, juga tuntutan lingkungan mengenai prestasi, hal ini merupakan situasi yang menekan bagi subjek, yang kemudian diproses secara kognitif oleh subjek menggunakan pengalaman dan nilai yang dimiliki anak. Karena problem solving yang dimiliki anak terbatas, maka mekanisme pertahanan diri dari kecemannya pun menjadi tidak efektif untuk mereduksi kecemasannya, sehingga kecemasannya semakin kuat.

Keywords


anak, taraf intelektual borderline, kecemasan di sekolah

Full Text:

PDF

References


Creswell, J.W, 2013, Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, edisi ketiga, Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Gosch, EA., Flannery-Schroeder, E., Mauro, CF., & Compton, SN. (2006). Priciples of Cognitive Behavioral Therapy for Anxiety Disorders in Children. Journal of Cognitive Psychotherapy, 20, 247-262

Halgin, R.P., & Susan, K.W. (2010). Psikologi Abnormal: Perspektif Klinis pada Gangguan Psikologis. Edisi 6. Alih Bahasa: Aliya Tusya’ni, dkk. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.

Havard Medical Letter Vol 21 Children Fears and Anxieties. (2003). Boston: Havard Medical School.

Kephart, Newell.C. 1996. Perceptual Training In The Curriculum. Merrill: Publishing Company.

Nevid, Jeffrey S., dkk. (2005). Psikologi Abnormal edisi kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Mulyono, Abdulrahman. 1995. Program Pendidikan Individual. Jakarta: Pelatihan Insevise Guru SLB, Depdikbud, Jakarta

Podell, J.L., Martin, E.D., Kendall, P.C.. (2009). Incoporating Play within a Manual-Based Treatment for Children and Adolescents with Anxiety Disorders. New Jersey : John Wiley & Sons, Inc.

Safaria, Triantoro&Saputra, Nofrans Eka. (2009). Manajemen Emosi, Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif dalam Hidup Anda. Jakarta: Bumi Aksara..

Yehuda, Senecky; Inbar, Dov; Diamond, Gary; Grossman, Zachi; Apter Allan; Kahan, Ernesto. (2007). Pediatricians Satisfication with their Abilities to Care for Children with Developmental, Behavioral, and Psychosocial Problems. Pediatrics Informational Vol 49.

Wenar & Kerig. 2005. Developmental Psychopathology. 5th ed. Mc Graw Hill

Wong, W&Hakim, Andri. 2009. Dahsyatnya Hypnosis. Jakarta: Visimedia.

Zaenal Alimin. 1997. Aplikasi Teori Perkembangan Kognitif Piaget Dalam Pembelajaran Anak Tunagrahita.Bandung: PLB FIP.




DOI: https://doi.org/10.26486/psikologi.v20i2.752

Article Metrics

Abstract view : 144 times
PDF - 87 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Angelina Diyah Arum Setyaningtyas

Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Indexed by

  ipiii.png 

Crossref logo Dimensions Google Scholar

View INSIGHT Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.