Pengaruh Metode Latihan dan Kelentukan Terhadap Kemampuan Jump Service Dalam Permainan Bolavoli Putra Junior

Authors

  • Lingga Jalu Bramoro SMP YP Sanden
  • Suharjana Suharjana Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26486/jfp.v1i1.981

Keywords:

metode latihan, kelentukan, jump service, bolavoli.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Metode latihan circuit training memberikan pengaruh yang lebih baik daripada metode latihan power training terhadap peningkatan kemampuan jump service atlet bolavoli putra junior, (2) Tingkat kelentukan tinggi memberi pengaruh yang lebih baik daripada tingkat kelentukan rendah terhadap kemampuan jump service atlet bolavoli putra junior, (3) pengaruh interaksi antara antara metode latihan circuit training dan metode latihan power training terhadap kemampuan jump service atlet bolavoli putra junior. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan  faktorial 2 x 2 dengan dua kelompok yang diberi perlakuan berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bolavoli putra junior di klub Baja 78 Bantul yang berjumlah 20 atlet. Pengumpulan data menggunakan  tes dan pengukuran yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah circuit training dan power training Teknik analisis data penelitian ini menggunakan ANAVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian; 1) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan circuit training dan metode latihan power training terhadap peningkatan kemampuan jump service atlet bolavoli junior di klub Baja 78 Bantul, terbukti dari nilai p = 0,016 < 0,05; (2) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara atlet yang mempunyai tingkat kelentukan tinggi dan kelentukan rendah terhadap terhadap kemampuan jump service atlet bolavoli junior di klub Baja 78 Bantul, terbukti dari nilai p = 0,509 > 0,05; (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara metode latihan circuit training dan metode latihan power training terhadap kemampuan jump service atlet bolavoli junior di klub Baja 78 Bantul, terbukti dari nilai p = 0,597 > 0,05.

References

Narbuko, C. &. Abu Achmadi. (2007). Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Naspe. (2004). Physical best activity guide middle and high school levels. Canada: National Association for Sport and Physical Education.

Ahmadi.N. (2007). Panduan olahraga bola voli. Surakarta : Era Pustaka Utama.

PP.PBVSI. (2004). Jenis-jenis permainan bolavoli. Jakarta: PBVSI.

Ghazali, A., Mansur, M., Widanita, N., Guntur, G., Putra, F., & Fajaruddin, S. (2019). Developing pilates training model for decreasing the body fat ratio among overweight women. ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 8(1), 9–17. https://doi.org/10.15294/ACTIVE.V8I1.27908

Permana, H., & Suharjana, S. (2013). Pengaruh sirkuit training awal akhir latihan teknik terhadap kardiorespirasi, power, smash, passing bawah atlet bola voli. Jurnal Keolahragaan, 1(1), 49 - 62. doi:https://doi.org/10.21831/jk.v1i1.2345

Richard H. Cox.(1980). Teaching volleyball. Company: Kansas State University.

Sankarmani. B, Sheriff. S. I., Rajeev. K. R., et al. (2012). Effectiveness of plyomtrics in anaerobics power and muscle strength in female athletes. Journal international of pharmaceutical science and health care. Vol 2. Pg 172-180.

Subarjah, H. (2012). Latihan kondisi fisik. Diperoleh tanggal 12 September 20112 dari http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/.

Sudjana. (2002). Desain dan analisis eksperimen. Bandung: Tarsito.

Suhadi. (2004). Pengaruh pembelajaran bolavoli. Depdikbud.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sukadiyanto.(2011).Pengantar teori dan metodologi melatihfFisik. Yogyakarta:Fakultas Ilmu Keolahragaan.UNY.

Tudor O. Bompa. 2000.Total Training for Young Champions.Proven Conditioning programs for athletes ages 6- to 18.York University: Human Kinetics.

Downloads

Published

06-01-2020

Issue

Section

Articles