Pelatihan Keterampilan Dasar Observasi dan Wawancara untuk Kader Jiwa dalam Screening Masalah Kesehatan Mental di Kecamatan Sedayu

Penulis

  • Sheilla Varadhila Peristianto Mercu Buana University of Yogyakarta
  • Dewi Soerna Anggraeni
  • Reny Yuniasanti
  • Nurul’Ain Hidayah Binti Abas

Kata Kunci:

Mental Cadres, Mental Health, Sedayu

Abstrak

Permasalahan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari permasalahan kesehatan mental. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 dijelaskan bahwa kesehatan mental adalah setiap kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan mental yang optimal bagi setiap manusia, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Masalah kesehatan mental di Indoneзia sendiri semakin meningkat, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mencatat prevalensi gangguan mental tertinggi di Indonesia. Namun, akses layanan keзehatan mental masih terbatas, terutama di daerah seperti Kecamatan Sedayu. Dengan jumlah penduduk padat, terdapat minimnya layanan kesehatan mental. Dalam kondisi ini, kader kesehatan jiwa berperan penting dalam deteksi dini, edukasi, dan pendampingan individu dengan gangguan mental. Kader kesehatan jiwa bertindak sebagai jembatan antara masyarakat dan tenaga kesehatan profesional. Namun, banyak kader kesehatan jiwa masih minim dalam keterampilan observasi dan wawancara yang efektif untuk membantu proses pendampingan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan terstruktur berbasis praktik untuk meningkatkan kompetensi dalam mendeteksi gejala awal gangguan mental dan memberikan pendampingan yang tepat. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan observasi dan wawancara kader kesehatan jiwa. Pelatihan keterampilan observasi dan wawancara bagi kader kesehatan jiwa menunjukkan peningkatan skor sikap positif terhadap ODGJ dari pre-test ke post-test, meskipun belum signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran persepsi kader yang perlu diperkuat melalui pendampingan dan pelatihan lanjutan. Adanya pelatihan tersebut, kader menjadi penghubung individu dengan gangguan mental yang membutuhkan dengan layanan kesehatan mental yang tersedia, sehingga dapat mengurangi beban sistem kesehatan mental di Kapanewon Sedayu, DIY

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Pelatihan Keterampilan Dasar Observasi dan Wawancara untuk Kader Jiwa dalam Screening Masalah Kesehatan Mental di Kecamatan Sedayu. (2025). Psychocare, 1(2), 1-8. http://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/Psychocare/article/view/4962

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.