THE REPRODUCTIVE DISORDERS EVALUATION OF BALI CATTLE IN KETAPANG REGENCY WEST KALIMANTAN
EVALUASI GANGGUAN REPRODUKSI SAPI BALI DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26486/teknopro.v2i2.4222Keywords:
Reproductive Disorders, Bali Cattle, ReproductionAbstract
This research aims to determine the types of cases of reproductive disorders and the factors that cause Bali Cattle Reproductive Disorders in Ketapang Regency, West Kalimantan. This research was carried out in Ketapang Regency in three sub-districts, namely Nanga Tayap District. Sandai District, and Sungai Laur District. This research was carried out in April 2024. The research material was 99 respondents from Bali cattle breeders who had experienced or were currently experiencing reproductive disorders in their livestock. The research was carried out using a survey method. Research variables include age at first puberty, age at first matting, post partum esterus, pregnancy again after giving birth, service per conception, type of reproductive disorders, factors that influence reproductive disorders, and solutions. The data obtained was tabulated and analyzed descriptively. The research results showed that the highest cases of reproductive disorders in Bali cattle in Ketapang Regency were Silent Heat 52%, followed by Ovarian Hypofunction 30%, Endometritis 10%, and Retensio Secundinarum 8%. The reproductive performance of Bali Cattle in Ketapang Regency is Puberty Age 21.18 months, First Mating 21.23 months, PPE 3.18 months, Days Open 4.67 months, CI 13,67 months and S/C value 2.03. DM consumption was 8.41 kg/AU, body condition scoreb was 2.53 and the semi-incentive selection pattern was 73.7%. It was concluded that the highest of reproductive disorder was silent heat and the reproductive performance of Bali cattle in Ketapang Regency was normal threshold
References
Astiti, N. M. a. G. R. 2018. Sapi Bali Dan Pemasarannya. http://book.penerbit.org/index.php/JPB/article/view/156
Badan Pusat Statistik 2021. Statistik Peternakan Dan Kesehatan Hewan Tahun 2022. Distankabun kabupaten ketapang
Ball. P.J,. H.A.R. Peters, 2004. Reproduction in Cattle. 3 rd Ed. Blackwell Publishing Ltd, Oxford.
Budiyanto A, Tophianong TC, Dalimunthe NW. 2013. Perbandingan Calving Interval (CI) Sapi Bali Pada Peternakan Dikandangkan dan Semi Dikandangkan Di Daerah Kupang Nusa Tenggara Timur. Proceeding Seminar Nasional Peran Rumah Sakit Hewan Dalam Penanggulangan Penyakit Zoonosis. Yogyakarta, 23 November 2013.
Duila, D., Souhoka, D. F., & Labetubun, J. 2022. Pertambahan Alami (Natural Increase) Ternak Sapi Bali Di Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman/Agrinimal, 9(2), 59–66.
G, S. I., Sarini, N. P., Anton, A., & Wiyana, A. 2019. Identification Of Reproductive Performance Of Bali Cows (Bos Sondaicus) Artificial Insemination Acceptors In Order To Support The Upsus Siwab Program In Badung And Tabanan Regencies. Majalah Ilmiah Peternakan, 22(2), 74.
Ghanem M, Shalaby AH, Sharawy S, Saleh N. 2002. Factors leading to endometritis in dairy cows in Egypt with special reference to reproductive performance. Journal of Reproduction and Development 48(4):371–375.
Gushairiyanto, G., dan Depison, D. 2021. Karakteristik Kuantitatif Sapi Bali Menggunakan Analisis Komponen Utama di Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 16(1), 74–79
Habaora, F., A.M. Fuah., L. Abdullah., R. Priyanto., A. Yani., dan B.P. Purwanto. 2019. Performans reproduksi sapi Bali berbasis agroekosistem di Pulau Timor. Journal of Tropical Animal Production 20 (2):141-156.
Halim, S. 2017. Pengaruh Karakteristik Peternak Terhadap Motivasi Beternak Sapi Potong Di Kelurahan Bangkala Kecamatan Maiwa. Skripsi .Makasar: Fakultas Peternakan Universittas Hasanuddin.
Hardjopranjoto, H.S. 1995. Ilmu Kemajiran Pada Ternak. Airlangga University Press. Surabaya.
Hendrayani, M dan D. Febrina 2009. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi motifasi beternak sapi di desa Koto Benai. Kecamatan Benai Kecarnatan Benai Kabupaten Kuantan Sengingi. Jurnal Peternakan, 6 (2) : 53 – 62.
Hidayat, Z., Priyanto, R., Nuraini, H., & Abdullah, L. 2021. Status Nutrisi Dan Kinerja Reproduksi Indukan Sapi Bali Pada Peternakan Rakyat Dengan Sistem Integrasi Sawit-Sapi. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 24(2), 247–261.
Hoesni, F., & Firmansyah, F. 2021. Analisis Faktor Penentu Tingkat Service per Conception pada sapi Bali di kawasan peternakan Kabupaten Tebo. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 358.
Indrayani, I., & Andri, A. (2018). Pengaruh Usia terhadap Produktivitas Peternak. Jurnal Ilmu Peternakan, 12(2), 75-85
Islam, M.H., Sarde, M., Rahman, M., Kader, M dan Islam M. 2012. Incidence of Retained Placenta in Relation with Breed, Age, Parity and Body Condition Score of Dairy cows. International Journal of Natural Sciences. 2(1):15- 20.
Iswoyo dan P. Widiyaningrum. 2008. Performans reproduksi sapi peranakan Simmental (Psm) hasil inseminasi buatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan. 11(3): 125-133.
Kellogg, D.W. 2008. "Body Condition Scoring: A Tool for Managing Herd Nutritional Health". Proceedings of the 47th Annual Meeting of the American Association of Bovine Practitioners.
Khan, M.H., Manoj, K. and Pramod, S. 2016. Reproductive disorders in dairy cattle under semi-intensive system of rearing in NorthEastern India. Veterinary World. 9(5): 512- 518.
LeBlanc SJ, Duffield TF, Leslie KE, Bateman KG, Keefe GP, Walton JS, Johnson WH. 2002. Defining and diagnosing postpartum clinical endometritis and its impact on reproductive performance in dairy cows. Journal of Dairy Science 85(9):2223–223
Lestari, D. 2022. Efisiensi Performans Reproduksi Sapi Perah Rakyat Di Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Journal of Agriculture and Animal Science, 2(2).
Lunga, N. N. T., Kaka, N. A., & Pati, N. D. U. 2022. Kinerja Reproduksi Induk Sapi Sumba Ongole di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 3(1), 460–471.
Manhitu, A., Tahuk, P. K., & Purwantiningsih, T. I. 2020. Efisiensi Reproduksi Induk Sapi Bali yang dikawinkan dengan Bangsa Sapi Brangus secara Inseminasi Buatan di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. JAS (Journal of Animal Science), 5(2), 21–24.
Masir, U., Santi, N., & Fausiah, A. 2020. Paritas dan Body Condition Score (BCS) Ternak Sapi Bali di Wilayah Kanusuang, Sulawesi Barat. Jurnal Sains Dan Teknologi Peternakan, 1(2), 55–59.
Musnandar, E., & Rosadi, B. 2022. Puerperium dan Skor Kondisi Tubuh Sapi Peranakan Simmental pada Ketinggian Tempat yang Berbeda. Journal of Livestock and Animal Health, 5(1), 23–28.
Nasution, M., Siregar, T. N., Sayuti, A., Hafizuddin, H., Rosmaidar, R., & Adam, M. 2021. Identification of factors causing reproductive disorders of the cow found in North Labuhanbatu Regency, North Sumatera Province. Livestock and Animal Research, 19(1), 80
Nitis IM, TGO Pemayun. 2000. Reproduksi Sapi Bali pada sistem Tiga Strata di Daerah Tingkat II Badung: Penampilan Reproduksi Ke-4. Fapet Unud. Denpasar. Hal 18.
Pradhan R, Nakagoshi N. 2008. Reproductive Disorders in Cattle doe to Nutritional Status. Journal of international development and cooperation 14(1): 45-66.
Prananda, H. W. A., Laksmi, D. N. D. I., & Trilaksana, I. G. N. B. 2022. Kadar Hormon Estrogen pada Sapi Bali saat Pubertas. Buletin Veteriner Udayana, 197
Rasminati, N., dan Utomo, S. (2010). Potensi Pengembangan Ternak Sapi Di Daerah Aliran Sungai (Das) Progo Kulonprogo, Yogyakarta. Jurnal AgriSains Vol.1 , 1(1).
Ratnawati D, Pratiwi WP, dan Affandhy LS. 2007. Petunjuk Teknis Penanganan Gangguan Reproduksi Pada Sapi Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. ISBN 978-979-8308-69-7.
Rusdi, B., Hartono, M., dan Suharyati, S. (2016). Calving Interval pada Sapi Bali di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(4), 233189.
Sampurna, I., & Suatha, I. 2010. Pertumbuhan alometri dimensi panjang dan lingkar tubuh sapi bali jantan. Jurnal Veteriner, 11(1), 46–51.
Saria, E.C., Madi, H dan Sri, S. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi service per conception sapi perah pada peternakan rakyat di provinsi lampung. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 4(4):313-318
Siswanto, M., Patmawati, N. W., Trinayani, N. N., Wandia, I. N., dan Puja, I. K. 2013. Penampilan Reproduksi Sapi Bali pada Peternakan Intensif di Instalasi Pembibitan Pulukan. Penampilan Reproduksi Sapi Bali Pada Peternakan Intensif Di Instalasi Pembibitan Pulukan, 1(1).
Supriyono, S., Yulianto, A., & Karmila, Y. 2021. The successful of artificial insemination in Bali Cow in Muaro Jambi Regency, Jambi Province. Baselang, 1(2), 115–122.
Sutiyono, S., Samsudewa, D., dan Suryawijaya, A. 2018. Identifikasi Gangguan Reproduksi Sapi Betina di Peternakan Rakyat (Identification Of Reproductive Disorders In Female Cattle At Local FARMS). Jurnal Veteriner, 18(4), 580.
Tahuk, P. K., Smith, J. A., & Brown, P. R. 2021. Kebutuhan pakan sapi bali berdasarkan bobot tubuh. Jurnal Peternakan Indonesia, 45(3), 123-134.
Tainmeta, H. A., Kune, P., & Lay, W. A. (2016). Hubungan Skor Kondisi Tubuh Dan Berat Badan Induk Sapi Bali Dengan Berat Lahir Dan Berat Badan Pedet Umur Satu Bulan. Jurnal Nukleus Peternakan, 3(1), 17–23.
Talib C. 2002. Sapi Bali Di Daerah Sumber Bibit Dan Peluang Pengembangannya. Wartazo a12(3): 100-107.
Ummaisyah, W. R., Madyawati, S. P., Rimayanti, R., Wurlina, W., Restiadi, T. I., & Wahjuni, R. S. 2020. Efektivitas pemberian GnRH pada sapi perah yang mengalami hipofungsi ovarium terhadap waktu timbulnya birahi dan angka kebuntingan. Ovozoa: Journal of Animal Reproduction, 9(3), 64.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Seluruh hak cipta publikasi ini dapat direproduksi, disimpan dalam sistem pengambilan, atau dikirim
dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun, elektronik, mekanis, fotokopi, rekaman.
Karenanya, dari pemberitahuan hak cipta ini, penulis tidak memiliki hak cipta untuk publikasi ini
