ANALISIS PROFIL MAKRONUTRIEN DAN KANDUNGAN NITRIT PADA BAGIAN SARANG BURUNG WALET (Aerodramus Fuciphagus)

Mayer Tinting Sirenden, Dhanang Puspita, Monang Sihombing, Fitri Nugrahani, Nina Retnowati

Abstract


Sarang burung walet merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena dikenal akan manfaatnya untuk kesehatan. Namun, sarang burung walet memiliki kandungan nitrit yang berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi ambang batas. Proses pengolahan sarang burung walet dapat menurunkan kadar nitritnya, tetapi akan merusak bentuk sarang dengan lepasnya bagian serabut ataupun kaki sarang. Kedua bagian yang lepas ini mempunyai harga jual yang lebih rendah, padahal kemungkinan kedua bagian tersebut mempunyai kandungan nutrisi yang tidak buruk. Berdasarkan pada kondisi tersebut, perlu dilakukan penelitian profil makronutrient dan kandungan nitrit setiap bagian sarang burung walet. Metode analisis yang dilakukan, yaitu analisis proksimat untuk menetukan kadar makronutrien dan kolorimetri untuk menentukan kadar nitrit dengan tiga kali pengulangan. Hasil analisis makronutrient kemudian diujikan secara statistik menggunakan metode one-way ANOVA. Berdasarkan pada hasil analisis diperoleh bahwa kandungan protein tertinggi dan kandungan nitrit terendah ada pada bagian serabut yaitu sebesar 75,07% ±0,05% dan 4,8 ppm serta memiliki nilai yang signifikan dibanding bagian badan dan kaki sarang burung. Secara keseluruhan kandungan makronutrien tertinggi yaitu karbohidrat terlarut ada di bagian serabut. Kesimpulan penelitian ini adalah bagian serabut merupakan bagian yang memiliki kandungan makronutrient terbaik dan kadar nitrit yang rendah dibandingkan dua bagian sarang burung walet lainnya yang bernilai jual lebih mahal sehingga memungkinkan untuk nantinya diolah menjadi produk pangan kesehatan.

Full Text:

PDF

References


AQSIQ. 2014. Inspection and Quarantine Requirement of Bird's Nest Products to be exported from Indonesia to China. http://www.aqsiq.gov.cn/xxgk_13386/jlgg_12538/zjgg/2014/201411/t20141125_427589.htm. diakses tanggal 4 April 2018

Becker, D. J., & Lowe, J. B. 2003. Fucose: biosynthesis and biological function in mammals. Glycobiology. 13 (7): 41-53

Chua, Y. G., Chan, S. H., Bloodworth, B. C., Yau Li, S. F., & Leong, L. P. 2015. Identification of Edible Bird's Nest with Amino Acid and Monosaccharide Analysis. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 63: 279-289

Elfita, L. 2014. Analisis Profil Protein dan Asam Amino Sarang Burung Walet (Collocalia fuchiphaga) asal Painan. Valensi. 4 (1): 61-69.

Halimi, N. M., Kasim, Z. M., & Babji, A. S. 2014. Nutritional composition and solubility of edible bird nest (Aerodramus fuchiphagus). AIP Conference Proceeding. 9-11 April 2014, Selangor, Malaysia. Hal. 476-481.

Hamzah, Z., Ibrahim, N. H., J, S., Hussin, K., Hashim, O., & Lee, B.-B. 2013. Nutritional Properties of Edible Bird Nest. Journal of Asian Scientific Research. 3 (6): 600-607.

Kemendag. (2015). Market Brief: Sarang Burung Walet atase perdagangan Beijing . http://djpen.kemendag.go.id/membership/data/files/f163d-mb-sarang-burung-walet.pdf diakses tanggal 5 April 2018

Koon, L. C. 2000. Feature-Bird's Nest soup-market demand for this expensive gastronomic delicacy threatens the aptly name edible-nest Swiftlet with extinction in the east. Wildlife Conservation. 103 (1): 30-35.

Kranjcec, B., Papes, D., & Silvio , A. 2013. D-mannose powder for prophylaxis of recurrent urinary tract infection in women: a randomized clinical trial. World Journal of Urology. 32 (1): 79-84.

Kuntjoro, S. 2016. Penentuan Faktor Penyebab dan Proses Pembentukan Warna pada Sarang Burung Walet (Aerodramus fuciphagus). Seminar Nasional Biologi. 20 Februari 2016, Surabaya, Indonesia. Hal. 8-13.

Marcone, M. F. 2005. Characterization of the edible bird's nest the "Caviar of the East". Food Research International. 38: 1125-1134.

Mardiastuti, A., Mulyani, Y. A., Sugarjito, J., Ginoga, L. N., Maryanto, I., Nugraha, A., & Ismail. 1998. Teknik Pengusahaan Walet Rumah, Pemanenan Sarang dan Penanganan Pasca Panen. Kemenristek. Jakarta-Indonesia.

Mohamed, A. A., Mubarak, A. T., Fawy, K. F., & El-Shahat, M. F. 2007. Modification of AOAC Methode 973,31 for Detemination of Nitrite in Cured Meats. Journal of AOAC International. 91 (4): 820-827.

Nollet, L. M., & Toldra, F. 2015. Handbook of Food Analysis. Edisi 3. CRC Press. New York-USA.

Norhayati, M. K., Azman, O., & Wan Nazaimoon, W. M. 2010. Preliminary study of the nutritional content of malaysian edible bird's nest. Malaysian Journal of Nutrition. 16 (3): 389-396.

Paydar, M., Wong, Y. L., Wong, W. F., Hamdi, O. A., & Kadir, N. A. 2013. Prevalence of Nitrite and Nitrate Contents and Its Effect on Edible Brid Nest's Color. Journal of Food Science. 78: 1940-1947.

Roh, K. B., Lee, J., Kim, Y. S., Park, J., Kim, J. H., Lee, J., & Park, D. 2012. Mechanisms of Edible Bird's Nest Extract-Induced Proliferation of Human Adipose-Derived Stem Cells. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2012: 1-11.


Article Metrics

Abstract view : 178 times
PDF - 546 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.