E-MODUL IPA 2 UNTUK PEMBELAJARAN MANDIRI DI MASA PANDEMI COVID-19

Tias Ernawati, Susanti Susanti

Abstract


Pembatasan kegiatan pembelajaran sebagai akibat pandemi Covid-19 sangat terasa di dunia pendidikan. Trend yang terus naik pada kasus positif Covid-19 di Indonesia pada umumnya, dan di Yogyakarta pada khususnya, mengubah paradigma blended learning di Perguruan Tinggi menjadi sepenuhnya pembelajaran daring. Mahasiswa lebih dituntut menjadi sosok pembelajar yang mandiri. Dosen harus dapat menyeimbangkan penguasaan bidang teknologi informasi terhadap kemampuan mahasiswa maupun kemajuan teknologi. Keberadaan bahan ajar yang dikemas secara digital menjadi syarat mutlak yang harus ada dalam proses pembelajaran daring. Bahan ajar yang lengkap dan sistematis, serta memuat pengalaman belajar yang terencana dapat didesain untuk membantu mahasiswa secara mandiri untuk menguasai tujuan pembelajaran. Penelitian ini merupakan tahap pendahuluan penelitian pengembangan produk modul elektronik yang dilakukan menggunakan model Borg dan Gall. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bahwa E-Modul IPA 2 sebagai bahan pembelajaran mandiri yang cocok untuk dikembangkan di Prodi Pendidikan IPA. Metode penelitian adalah mengkaji literatur terhadap kebutuhan maupun pertimbangan-pertimbangan lain yang berhubungan dengan produk. Hasil penelitian menyebutkan bahwa modul yang bersifat elektronik sesuai untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran dalam mata kuliah IPA 2 secara daring pada masa pandemi Covid 19.


Keywords


modul, e-modul, pandemi, pembelajaran daring

Full Text:

PDF

References


Asrizal, A., Amran, A., Ananda, A., Festiyed, F., & Sumarmin, R. (2018). The development of integrated science instructional materials to improve students’ digital literacy in scientific approach. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(4), 442-450.

Chick, R. C., Clifton, G. T., Peace, K. M., Propper, B. W., Hale, D. F., Alseidi, A. A., & Vreeland, T. J. (2020). Using technology to maintain the education of residents during the COVID-19 pandemic. Journal of Surgical Education.

Daryanto, D. (2013). Menyusun Modul Bahan Ajar Untuk Persiapan Guru Dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. (2008). Penulisan Modul. Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan MutuPendidik & Tenaga Kependidikan Departemen dan Pendidikan Nasional.

Elvarita, A., Iriani, T., & Handoyo, S. S. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Mekanika Tanah Berbasis E-Modul Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 9(1), 1–7.

Haryanto. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Cetak Applied Approach. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sumber Belajar LPPMP UNY.

JH, T. S. (2018). Pengembangan e-modul berbasis web untuk meningkatkan pencapaian kompetensi pengetahuan fisika pada materi listrik statis dan dinamis SMA. WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika), 3(2), 51-61.Peniati, E. (2012). Pengembangan modul mata kuliah strategi belajar mengajar IPA berbasis hasil penelitian pembelajaran. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). SKB Panduan Pembelajaran Tahun Akademik dan Ajaran Baru di Masa Pandemi Covid-19. https://www.kemdikbud.go.id/ main/files/download/d16ebb4e0e2245e diakses tanggal 16 Juni 2020.

Kimianti, F., & Prasetyo, Z. K. (2019). Pengembangan E-modul IPA Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa. Kwangsan, 7(2), 295728.

Nieveen, N. (1999). Prototyping to Reach Product Quality. Belanda: Kluwer Academic Publisher.

Peniati, E. (2012). Pengembangan modul mata kuliah strategi belajar mengajar IPA berbasis hasil penelitian pembelajaran. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1).

Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Prastowo, A. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Pribadi, B. A., & Sjarif, E. (2010). Pendekatan Konstruktivistik Dan Pengembangan Bahan Ajar Pada Sistem Pendidikan Jarak Jauh. August, 11(vol.11 no.02 (2010)), 117–128.

Puspitasari, A. D. (2019). Penerapan Media Pembelajaran Fisika menggunakan Modul Cetak dan Modul Elektronik pada Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 17-25.

Setiyadi, M. W. (2017). Pengembangan modul pembelajaran biologi berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Journal of Educational Science and Technology (EST), 3(2), 102-112.

Sugianto, D., Abdullah, A. G., Elvyanti, S., & Muladi, Y. (2013). Modul virtual: Multimedia flipbook dasar teknik digital. Innovation of Vocational Technology Education, 9(2).

Sujanem, R., Suwindra, I., & Tika, I. (2012). Pengembangan Modul Fisika Kontekstual Interaktif Berbasis Web Untuk Siswa Kelas I SMA. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 97-104.

Sungkono dkk. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: FIP UNY.

Suwarno. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Materi Applied Approach. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sumber Belajar LPPMP UNY.

Winkel. (2004). Psikologi Pembelajaran. Yogyakarta: PT. Media Abadi.

Yermiandhoko, Y. 2020. Modul Penyegaran Dosen/Instruktur Pendidikan Profesi Guru Unit 1 Penyusunan Perangkat Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Yezita, E. (2012). Mengkonstruksi Pengetahuan Siswa pada Materi Segitiga dan Segiempat Menggunakan Bahan Ajar Interaktif Matematika Berbasis Konstruktivisme. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.