PENGARUH PENAMBAHAN MACAM BAHAN ALAMI PADA MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN KENTANG SECARA IN VITRO
PENGARUH PENAMBAHAN MACAM BAHAN ALAMI PADA MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN KENTANG SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.26486/jiga.v2i1.4980Kata Kunci:
kultur in vitro, kentang, media MS, ekstrak tomat, ekstrak kentang, ekstrak taugeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan alami pada media Murashige and Skoog (MS) terhadap pertumbuhan eksplan kentang (Solanum tuberosum L.) varietas Granola secara in vitro. Bahan alami yang digunakan meliputi ekstrak tomat, ekstrak kentang, dan ekstrak tauge yang dikombinasikan dengan air kelapa sebagai sumber zat pengatur tumbuh alami. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Benih TPH Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada bulan Juni hingga Agustus 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu MS (kontrol), MS + air kelapa + ekstrak tomat, MS + air kelapa + ekstrak kentang, dan MS + air kelapa + ekstrak tauge. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, diameter batang, panjang akar, bobot segar, bobot kering, serta persentase hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan alami tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan eksplan kentang, meskipun terdapat variasi antarperlakuan. Media MS kontrol dan MS + ekstrak kentang cenderung menghasilkan pertumbuhan dan bobot planlet lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain, sedangkan penambahan ekstrak tomat menunjukkan hasil terendah. Secara keseluruhan, penambahan bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif sumber zat pengatur tumbuh alami, namun efektivitasnya perlu dioptimalkan agar hasilnya lebih konsisten dan setara dengan media kontrol.
Kata kunci: kultur in vitro, kentang, media MS, ekstrak tomat, ekstrak kentang, ekstrak tauge
Referensi
Anggraeni, A. C. 2012. Asuhan Gizi Nutritional Care Process. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Andaryani, S. (n.d.). Kajian Penggunaan Berbagai Konsentrasi Bap Dan 2,4-D Terhadap Induksi Kalus Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Secara In Vitro. Skripsi. Fsayaltas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Alius,K. R. Umi, & G. M. Hangger. (2017). Keterkaitan antara IAA, Giberelin, ZPT alami, buatan dan berbagai dosis pupuk nitrogen terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman pepaya (Carrica papaya L.). J Agromast, 2(2),1-17.
Asra, R., & Samarlina, R. A. (2020). Hormon Tumbuhan. Jakarta: UKI Press
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pertanian 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjEjMg==/produksi-tanaman-sayuran.html Diakses 13 Januari 2025
Budisantoso, I., Hardiyati, T., Dwiati, M., Kamsinah. 2019. Teknologi Kultur Invitro Anggrek untuk Meningkatkan Keragaman Tanaman di Agrowisata Serang. Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper: Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan IX”14-15 November 2019 Purwokerto. Hal: 294-303
Barus, A., et al. (2018). Penggunaan Kentang Sisa Panen dan Pengaruhnya terhadap Kualitas dan Produktivitas Tanaman. Jurnal Pertanian Maju, 5(2), 75-82.
Budi, RS. (2020). Uji komposisi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan eksplan pisang Barangan (Musa paradisiaca L.) pada media MS Secara in vitro. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology). 3: 101–111.
Basuki, R. S., Kusmana, K., & Dimyati, A. (2005). Analisis Daya Hasil, Mutu, Dan Respons Pengguna Terhadap Klon 380584.3, TS-2, FBA-4, I-1085, Dan MF-II Sebagai Bahan Bsaya Keripik Kentang. Jurnal hortikultura, 160-170.
Bhojwani, S.S. and P.K. Dantu. (2013). Plant Tissue Culture: And Introductory Text. Springer, India.
Basri dan Muslimin (2001) Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) Pada Medium Murashige and Skoog (MS) Terhadap Ppertumbuhan Eksplan Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Granola Secara In Vitro.
Directorac Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 2004. Keripik pisang. Buletin Teknopro Hortikultura Edisi 71, juli 2004.
Elfiani dan Jakoni, 2015. Sterilisasi Eksplan dan Sub Kultur Anggrek, Sirih Merah dan Krisan Pada Perbanyakan Tanaman Secara In Vitro. Jurnal Dinamika Pertanian. 30(2): 117-124.
Emilda, E. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Tauge dalam Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 8(2), 107-114.
Fadhillah, L. 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Tauge Pada Media MS Modifikasi Terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang Granola (Solanum tuberosum L. cv Granola) Secara In Vitro. Skripsi. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Fauziah, RH, F Kusmiyati, & S Anwar. (2019). Lilium longiflorum plant growth with a combination of Naphthylacetic Acid (NAA) and 6-Benzylaminopurine (BAP) in vitro. Journal Tropical Crop Science and Technology. 1: 7 –92.
Hajare, D., Sonawane, P., Shinde, D., & Deshmukh, S. (2021). In vitro propagation of potato (Solanum tuberosum L.) cv. Kufri Jyoti. International Journal of Chemical Studies, 9(1), 16-20.
Junnaeni, J., & E. Mahati. (2019). Ekstrak Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) Menurunkan Kadar Glutation Darah Tikus Wistar Hiperurisemia. Jurnal Kedokteran 10.14710/dmj. v8i2.23797.
Kristina, N. N., & Syahid, S. F. (2012). Pengaruh Air Kelapa terhadap Muliplikasi Tunas In Vitro, Produksi Rimpang, dan Xanthorizol Kandungan Temulawak di Lapangan. Jurnal Littri, 18(3): 125 134.
Kristina dan Syahid, 2012 Penelitian Kultur Jaringan Temulawak, Universitas Negeri Padang, Padang.
L. Erfa, Ferziana, ‘Growth of Phalaenopsis orchid seedling into plantlets in subculture II media with addition of tripton and atonic (Pertumbuhan seedling anggrek Phalaenopsis menjadi plantlet pada media sub kultur II dengan penambahan tripton dana tonik)’. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol. 12. (Spec. Ed.), pp. 52-58,2012.
Leovici, H., Kastono, D., & Putra, E. T. S. (2014). Pengaruh Macam Dan Konsentrasi Bahan Organik Sumber Zat Pengatur Tumbuh Alami Terhadap Pertumbuhan Awal Tebu (Saccharum officinarum L.). Vegetalika, 3(1):22– 34. doi: 10.22146/veg.4012.
Mukminah, Faridatul, Miranty Trinawaty, And Teguh Prihatin. 2021. “Multiplikasi Planlet Kentang (Solanum Tuberosum L.) Secara In Vitro Pada Media MS dengan Penambahan NAA dan Air Kelapa.” Jurnal Agroekoteknologi 13(2): 213.
Muhammad, C. N., & Hariyati, Y. (2021). Prestigious Perception Of Potato Farming: An Overview Of The Economy, Socio Culture, And Its Existence. Agricultural Social Economic Journal, 25-32.
Minangsih, D. M., Yusdian, Y., & Nazar, A. (2022). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam Dan Npk (16:16:16) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola. Jurnal Ilmiah Pertanian AgroTatanen, 17-26.
Maninggolang, Afrida, Mandang Jeani Sh. Polii., dan Tilaar, Wenny. 2018. Pengaruh BAP dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Tunas Pucuk dan Kandungan Sulforafan Brokoli secara In Vitro. Agri SosioEkonomi Unsrat, Vol 14 No 1, Januari 2018: 439 – 450.
Nurcahyani, E., Irawan, B. & Yulianty (2018). Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Medium Murashige and Skoog (MS) terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Granola secara In Vitro. [Skripsi]. Fsayaltas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lampung.
Nazza, Y. 2013. Induksi Kalus Pegagan (Centella asiatica) pada Media MS dengan Penambahan Zat Pengatur Tumbuh 2.4-D yang Dikombinasi dengan Air Kelapa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Nafery, R., H. Zulkarnain, dan P. Wendri. 2017. Respon eksplan tanaman kentang (Solanum Tuberrosum L.) varietas granola terhadap dosis pupuk daun dan konsentrasi air kelapa. TriAgro, 2: 1–5.
N.N. Kristina, Syahid, S. Fatimah, ‘The Effect of Coconut Water on In Vitro Shoot Multipication, Rhizome Production, and Xanthorrhizol Content of Temulawak in the Field (Pengaruh Air Kelapa Terhadap Multipikasi Tunas In Vitro, Produksi Rimpang, dan Kandungan Xanthorrhizol Temulawak di Lapangan)’. Jurnal Litri, vol. 18, no. 3, pp. 125134, 2012.
Nursetiadi, E. (2008) Kajian Media Tanam dan Konsentrasi BAP Terhadap Multiplikasi Tanaman Manggis (Gracinia mangostana) Secara in vitro, Fsayaltas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Nida, R. S. 2018. Perbandingan Pertumbuhan Anggrek Dendrobium nobile Linn. Menggunakan Media Subkultur Dengan Penambahan Ekstrak Buah Pisang Ambon dan Ekstrak Buah Nangka (Skripsi), Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Oktaviana, M. A., & Linda, R. (2015). Pertumbuhan Tunas Mahkota Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara In Vitro Dengan Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dan Benzyl Amino Purin (BAP). 4.
Prapti, U. (2008). Komposisi gizi air kelapa muda per 100 ml. [Mention source type, e.g., Data Set, Table]. Data diambil dari Sudarminto Setyo Yuwono, Air Kelapa Muda - artikel. Dikutip dari http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/07/air-kelapa-muda/ Diakses 7 Februari 2025.
Pratama, F. F., Setiari, N., dan Nurchayati, Y. 2021. Pertumbuhan planlet anggrek Cymbidium bicolor Lindl. pada tahap subkultur dengan Variasi media. Jurnal Biologi Udayana, 25(1), 71-77.
Panglipur, D. B., Sulistyowati, L., Muhibuddin, A., dan Hidayah, N. 2013. Uji Ketahanan Kalus Kultivar Tebu (Saccharum officinarum L) Terhadap Penyakit Pokahbung Menggunakan Filtrat Kultur Fusarium moniliforme Secara in Vitro. Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 1(4), 51-58.
Purwanto, A.S.D. Purwantono, dan S. Mardin. 2007. Modifikasi Media Ms dan Perlsayaan Penambahan Air Kelapa Untuk Menumbuhkan Eksplan Tanaman Kentang. Purwokerto: Jurnal Penelitian dan Informasi Pertanian “Agrin”. Vol: 11(1).
Riono. 2019. Pengaruh Konsentrasi Kinetin Terhadap Pertumbuhan Subkultur In Vitro Pisang Barangan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Rochmah, S., & Rahayu, E. S. 2021. Peranan jenis media, sumber hormon alami dan teknik induksi akar planlet dalam aklimatisasi pule pandak. life Science, 10(2), 140-149.
Setiawati, S., et al. (2018). Kultur Jaringan dan Mikropropagasi Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.). Jurnal Agrotekmas, 3(1): 22-30. [PDF]
Seswita, D. (2010). Penggunaan Air Kelapa Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Pada Multiplikasi Tunas Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) In Vitro, Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 16(4): 135.
Sakina, S., Syaiful Anwar, & Kusmiyati, F. (2019). In vitro dendrobium orchid (Dendrobium sp.) plantlet growth in different concentration of BAP and NAA. Jurnal Pertanian Tropik, 6(3), 430–437. https://doi.org/10.32734/jpt.v6i3.3192
Sun, J., Liang, Q., Zhang, F., & Wang, L. (2013). Changes of phytohormones in mung bean sprouts during germination. Scientia Horticulturae, 150, 271–277.
Tugiyono. 2005. Tanaman Tomat. Agromedia Pustaka. Jakarta:250 halaman.
Ulfa, Fachirah. 2014. Peran Senyawa Bioaktif Tanaman Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Dalam Memacu Produksi Umbi Mini Kentang (Solanum tuberosum L.) Pada Sistem Budidaya Aeroponik. Disertasi Program Studi Ilmu Pertanian Pasca Sarjana. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Ulfach, M. (2019). Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas X. Skripsi. Universitas Y, Kota Z.
Wulannanda, A., Anwar, S., & Kusmiyati, F. (2023). Kajian penambahan kinetin dan 2,4-D terhadap pertumbuhan kultur jaringan tanaman pisang barangan (Musa paradisiaca L.) pada fase subkultur. Agroteknika, 6(1), 1–12.
Wahyudi. (2019). Pemanfaatan Limbah Air Kelapa sebagai Pupuk Organik. Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe, 3(1), C59-C61
Wattimena, G. A. 1986. Kultur jaringan tanaman kentang. Jurusan Budidaya Pertanian. Fsayaltas Pertanian IPB. Bogor. 2000. Pengembangan Propagul Kentang Bermutu dari Kultivar Unggul dalam Mendukung Peningkatan Produksi Kentang di Indonesia. Orasi ilmiah guru besar tetap ilmu hortikultura Fsayaltas Pertanian IPB. Bogor. 86 hal.
Yustisia, D., Arsyad, M., Wahid, A., & Asri, J. (2019). Pengaruh pemberian zpt alami (air kelapa) pada media ms 0 terhadap pertumbuhan planlet tanaman kentang (Solanum tuberosum. L.). Jurnal Agrominansia, 3(2), 130–140. https://doi.org/10.34003/272009
Zulkarnain, 2012 Tehnik Penggunaan ZPT Alami, Kansius Yogyakarta Media Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aidil Rahmad Juanda, Umul Aiman, Tyastuti Purwani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Insight right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Insight. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Insight.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
