Konsep Diri pada Remaja Penggemar Drama Korea

Authors

  • Dwi Ansari Indah Imani Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Anwar Anwar Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26486/intensi.v1i1.3196

Keywords:

korean drama, self concept, adolescent

Abstract

Berbagai macam pengaruh pada perkembangan remaja bisa berakibat pada tahap perkembangan selanjutnya, salah satunya perkembangan konsep diri. Konsep diri merupakan wujud satu kesatuan dari pikiran, keinginan individu dan persepsi orang lain terhadap individu tersebut. Drama Korea Selatan berpengaruh kuat terhadap persepsi individu yang menonton drama tersebut karena representasi simbolis dari faktor-faktor dalam arketipe psikologis masyarakat baik itu ke arah positif maupun negatif, yang tidak realistis/fantasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pada remaja penggemar drama Korea. Pertanyaan yang diajukan peneliti adalah bagaimanakah gambaran konsep diri pada remaja penggemar drama Korea? Dalam penelitian ini melibatkan 220 subjek dengan kisaran usia 12 – 22 tahun yang menjadi penggemar drama Korea. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, metode analisis data menggunakan statistika deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri remaja penggemar drama Korea 153 subjek (69,5%) remaja tergolong sedang, sebanyak 35 subjek dengan persentase 15,9% tergolong tinggi, dan 32 orang dengan persentase 14,5% memiliki golongan rendah.

References

Afolabi, O. A. (2014). Do self esteem and family relations predict prosocial behaviour and social adjustment of fresh students?. Higher Education of Social Science. 7(1), 26-34. http://www.cscanada.net/index. php/hess/article /view/5127/pdf_55.

Agustiani, H. (2006). Psikologi perkembangan: Pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri. Bandung: PT. Refika Aditama.

Azwar, S. (2002). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Burns, R. B. (1993). Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan, dan Perilaku. (Alih Bahasa: Eddy). Jakarta: Arcan.

Burns, R. B. (2002). The self concept: Theory, measurement, development and behavior. New York, NY: Longman Inc.

Caprara, G. V., & Pastorelli, C. (1993). Early emotional instability, prosocial behaviour, and aggression: some methodological aspects. European Journal of Personality, 7(1), 19-36.

Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Press.

Chapman, E. N. (2017). Pengertian Sikap Positif Menurut para Ahli. www.indonesiastudent.com/pengertian-sikap-positif-menurut-paraahli lengkap/.

Chun, C. J. (2015) Korean wave as a factor on Taiwan's entertainment, consumer behavior, and cultural identity: A case study about “My Love from the Starâ€. Journal of Human and Social Science Research, 06 (2). 75-79.

Eisenberg, N., Miller, P. A., Schaller, M., Fabes, R.A., Fuitz, J., Shell, R., Shea, C. L. (1989). The role of symphaty and altruistic personality traits in helping: a reexamination. Journal of Personality, 57(1), 42-67. doi:10.1111/j.1467-6494.1989.tb00760.x.

Fitts, W. H. (1965). Manual for tennesee self concept scale. Long Angeles : western psychological source.

Hagger, M. S., Vello, Hein, & Nikos, L. D., Chatzisarantis. (2011). Achievement Goals, Physical Self-Concept, and Social Physique Anxiety in a Physical Activity Context. Journal of Applied Social Psychology, 2011, 41, 6, pp. 1299–1339. Wiley Periodicals, Inc.

Hartup, W. W. (1989). Social relationship and their developmental significance. American Psychologist. 44(2), 120-126. doi:10.1037/0003-066X.44.2.120.

Herring, M. P., Patrick J. O’Connor, Rodney K. Dishman. (2012). Physical Self-Concept and Self-Esteem Mediate Associations of Physical Activity with Anxiety in College Women. University of Georgia 33 Ramsey Student Center, 300 River Road 34 Athens, Georgia 30602-6554 35 (706) 542-9840 36 FAX (706) 542-3148 37 rdishman@uga.edu.

Hurlock, Elizabeth, B. (1980). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang kehidupan, Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Iqbal, M. (2014). Penanggulangan Perilaku Menyimpang (Studi Kasus SMA Negeri 1 Pomalaa Kab. Kolaka Sulawesi Tenggara). Lentera Pendidikan, 17(02), 229–242.

Kartika, T. (2020). Bimbingan Dan Konseling, Konsep Diri Penggemar K-Pop dan Bukan Penggemar K-Pop. Jurnal Psikologi. 540-546.

Kumalasari, F., Ahyani, L. N. (2012) Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja Di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1).

Koentjoro. (1989). Konsep Pengenalan Diri dalam AMT. Modul Pelatihan AMT. Jurusan Psikologi Sosial UGM. Lustrum V Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta.

Mandas, L. M., Suroso, & Dwi. (2018). Hubungan Antara Konsep Diri Dengan CELEBRITY WORKSHIP Pada Remaja Pecinta Korea Di Manado Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang, 22 (2), 165-189.

Mappiare, & Andi. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Ningrum, D. (2015). Kemrosotan Moral Di Kalangan Remaja: Sebuah Penelitian Mengenai Parenting Syles dan Pengajaran Adab. Jurnal UNISIA, Vol. XXXVII, 82.

Purwadarminto, W. .J. S. (1950). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Semarang: Kanisius.

Raharja, B. N., & Indati, A. (2018). Kebijakan dan Kepuasan Hidup pada Remaja. Gadjah Mada Journal Of Psychology, 4 (2). 96-104.

Santrock, J. W. (2012). A topical approach to life-span development. New York: McGraw-Hill.

Walsh, F. (2012). Normal family processes: Growing diversity and complexity, The New Normal Diversity and Complexity in 21st. Cencury Families. New York: Guilford, 3-27.

Wattananonsakul, S. (2010) Pathways To Smoking And Drinking: The Role Of Family Functioning, Supportive Parenting, Self -Control, Risk And Protective Factors In Thai Adolescents. J Health Res. 24(3). 135-142.

Downloads

Published

2023-02-01