HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN

Lina Febriani Ayu Andon Dewi, Reny Yuniasanti, Sowanya Ardi Prahara

Abstract


Agar dapat bertahan di era disruptive setiap perusahaan menuntut karyawannya untuk bisa lebih inovatif dalam proses kerjanya. Masih rendahnya perilaku inovatif di PT. A terutama pada bagian penjualan menjadi permasalahan yang harus dicarikan bentuk intervensi yang tepat. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dengan perilaku inovatif dalam pekerjaan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 35 karyawan penjualan PT. A Yogyakarta yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah karyawan tetap dengan masa kerja minimal setahun. Pengumpulan data  menggunakan alat ukur skala persepsi lingkungan kerja dan skala perilaku inovatif.  Dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson, diketahui terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi lingkungan kerja dengan perilaku inovatif penjualan karyawan PT. A Yogyakarta (r = 0,439; p <0,050). Persepsi lingkungan kerja secara efektif berkontribusi sebesar 13,90% terhadap perilaku inovatif karyawan. Berdasarkan analisis regresi, diketahui bahwa persepsi lingkungan kerja fisik memberikan kontribusi efektif sebesar 11,70%, dan persepsi lingkungan kerja non fisik secara efektif berkontribusi sebesar 17,40% pada perilaku inovatif. Berdasarkan hasil penelitian ini memberikan informasi intervensi untuk lebih menyelaraskan dan mengharmoniskan hubungan di dalam organisasi untuk memunculkan perilaku inovatif karyawan

Keywords


perilaku inovatif, persepsi lingkungan kerja, karyawan penjualan

Full Text:

PDF

References


Ambile, T, M., & Counti, R. (1999). Changes in the work Environment for Creativity during Downsizing. The Academy of Management Journal, 42, 630-640.

Ancok, D. (2012). Kepemimpinan & Inovasi. Jakarta: Erlangga.

Janssen, O. (2003). Inovative Behaviour & Job Involvment at The Price Conflict and Less Satisfactory Relation With Co Workers. Journal Of Occupational and Organizational Psychology, 76, 347-364.

Kasali, R.(2017). Disruption. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Kleysen, R.F., & Street, C.T. (2001). Toward a multi-dimensional measure of individual innovative behavior. Journal of Intellectual Capital, 2 (3), 1469-1930.

Nitisemito, A.S. (2001). Manajemen personalia : Edisi kedua. Ghalia : Indonesia.

Robbins, S, P. (2003). Organizational behavior :Tenth Edition. Singapore: Prentice Hall.

Sari, A.N & Ulfa, C.K (2013). Perilaku Inovasi Karyawan Ditinjau dari Empat Kuadran Iklim organisasi. Jurnal Predicara, 2 (1), 1-7.

Sarwono, Sarlito, W. (2005). Psikologi Lingkungan. Jakarta: PT. Gramedia Grasindo.

Spector, P.E. (1997). Job satisfaction : Application, assessment, Causes, and Consequences. United Satets America : Sage Publications.

Sedarmayanti. (2009). Tata kerja dan produktivitas kerja. Jakarta: Mandarmaju.

Wuri, N. & Suhariadi, F. (2015). Hubungan antara iklim organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan industry kreatif. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 4 (3), 356-364.




DOI: https://doi.org/10.26486/psikologi.v19i1.597

Article Metrics

Abstract view : 198 times
PDF - 468 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Lina Febriani Ayu Andon Dewi, Reny Yuniasanti, Sowanya Ardi Prahara

Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Indexed by

  ipiii.png 

Crossref logo Dimensions Google Scholar

View INSIGHT Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.