METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SMP

Hayu Almar’atus Sholihah, Nurul Fiadhia Koeswardani, Visca Kenia Fitriana

Abstract


Manusia dalam kegiatan sehari hari tidak lepas dari interaksi sesama manusia, baik yang positif dan negative. Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk sosial yang sejatinya tidak bisa hidup sendiri. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa membangun dan memiliki hubungan dengan orang lain. Senada dengan itu, pendapat yang di kemukakan oleh Kay dalam Yusuf (2009:72) mengenai tugas-tugas perkembangan remaja adalah belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain baik secara individu maupun kelompok. Permasalahan yang muncul dalam komunikasi adalah tidak semua individu dapat melakukan komunikasi dengan baik, hal itu bisa terlihat pada masalah yang dialami oleh anak yang gugup. Metode jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran aktif yang terdiri dari tim-tim belajar heterogen beranggotakan 4-5 orang dan setiap peserta didik bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain. Manfaat pengggunaan metode jigsaw adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan kemampuan diri tiap individu, 2) Saling menerima kekurangan terhadap perbedaan individu yang lebih besar, 3) Konflik antar pribadi berkurang, 4) Sikap apatis berkurang, 5) Pemahaman yang lebih mendalam, 6)
Motivasi lebih besar, 7) Hasil belajar lebih tinggi, 8) Retensi atau penyimpanan lebih lama, 9) Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi, 10) Cooperative learning.


Keywords


Metode Jigsaw, Pembelajaran, Komunikasi, Remaja

Full Text:

PDF

References


Abu Ahmadi, Joko Tri Prastya. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.

Abdau, I. (2016). Implementasi Penggunaan Metode Jigsaw Learning dalam Pembelajaran PAI di SMA Darus Syahid Sampang Madura. Surabaya. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Abdurrahman Ginting. (2008). Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Humaniora.

Acmad Sugandi & Haryanto. (2004). Teori Pembelajaran. Semarang: Unnes Pers.

Ali, M & Asrori, M. (2015). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Aryanti, R. D. (2015). Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Tipe Belajar Bersama (Learning Thogether) Pada Mata Pelajaran Konstruktifis Bangunan Kelas X di SMK Negeri 9 Garut. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Kusharyanti, Indah. (2009). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dalam Pembelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IS 5 SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Lie, Anita. (2008). Cooperative Learning :Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. Mel Siberrnen. (2004). 101 Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning). Bandung: Nusa Media. hlm. 653.

Mustakim & Solikhin. (2015). Upaya Meningkatkan Keberanian Siswa Bertanya dan Prestasi Belajar dengan Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media. Jurnal Pendidikan, Volume 16, Nomor 2, hlm 74-99. e-ISSN 2443-3586.

Ningrum, Raras. (2015). Upaya Meningkatkan Komunikas Interpersonal melalui Teknik Konseling Kelompok pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pakem. Artikel E-Journal. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Nurhaeni, Yani. (2011) Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Konsep Listrik melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Kelas IX SMPN 43 Bandung. Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 12, No 1, hlm 69-80. ISSN 1412-565X.

Rakhmat, Jalaludin. (2003). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Robert E. Slavin. (2005). Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media. hlm. 235.

Poniran. (2000). Keterampilan berkomunikasi siswa SMU N 10 Jambi. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Sanjaya, Wina. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: ArRuzz Media.

Silberman, Melvin L. (2002). Active Learning 101 Stategi Pembelajarn Aktif. Yogyakarta: Yappendis.

Silberman, Melvin L. (2004). Active Learning : 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Nusamedia dan Nuansa.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Supraktiknya. (1995). Komunikasi antar pribadi. Yogyakarta: Kanisius.

Susanto, Hadi. (2016). Model Pembelajaran Jigsaw.

https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2016/01/20/model-pembelajaran-jigsaw/ di akses pada tanggal 22 Agustus 2018 pukul 22.00.

Sutikno Sobry. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Lombok: Holistica.

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu Konsep,Strategi, Dan Implementsainya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran KTSP, Jakarta: Bumi Aksara.

Vanalita, Mila, Jalmo T & Marpaung. (2014). Pengaruh Pembelajaran Jigsaw terhadap Kemampuan Komunikasi Lisan dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9. Bandar Lampung. (Universitas Lampung).

Wahyudi, Dedy. (2011). Pembelajaran IPS Berbasis Kecerdasan Intrapersonal, Interpersonal dan

Eksistensial. Edisi Khusus No. 1, Agustus 2011. ISSN 1412-565X.

Wahyuni, Endang. (2015). Hubungan Self-Effecacy dan Keterampilan Komunikasi dengan

Kecemasan Berbicara di Depan Umum. Jurnal Komunikasi Islam Volume 05, Nomor 01.

Surabaya. (UIN) Sunan Ampel Surabaya.


Article Metrics

Abstract view : 477 times
PDF - 524 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.