SEJARAH ALTERNATIF SEBAGAI SUMBER PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Fileksius Gulo

Abstract


Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk: pertama, mendeskripsikan sejarah alternatif; kedua,
mengkomparasikan hubungan antara sejarah alternatif dengan pendidikan karakter; dan ketiga, menjelaskan implementasi penguatan pendidikan karakter melalui sejarah alternatif. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metodologi penelitian pendidikan sejarah, yaitu melalui tahap-tahap pemilihan topik, pengumpulan data (sumber), kritik dan verfikasi data (sumber), interpretasi dan analisis data serta penulisan laporan (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sejarah alternatif adalah penelitian yang berusaha sejauh mungkin mencari “kebenaran” historis dari setiap fakta-fakta sejarah yang telah terkonstruksi sebelumnya. Pencarian itu bermula dari suatu pertanyaan-pertanyaan kritis-akademis. Kedua, sejarah alternatif dapat menjadi salah satu sumber penguatan pendidikan karakter. Disamping itu, penulisan kembali sejarah alternatif juga berorientasi untuk membongkar konstruk-konstruk penjajahan karakter atas dominasi dan hegemoni dalam historiografi Indonesia. Ketiga, implementasi penguatan pendidikan karakter melalui sejarah alternatif dapat dilakukan lewat gerakan literasi, baik dalam lingkup pendidikan formal, informal, maupun nonformal


Keywords


Sejarah Alternatif, Pendidikan Karakter, Dominasi, Hegemoni

Full Text:

PDF

References


A, Doni Koesoema. (2007). Pendidikan Karakter Strategi Mendidik di Zaman Global, Jakarta: Grasindo.

Abdullah, Taufik dan Abdurrachman Surjomihardjo, dkk (ed). (1985). Ilmu Sejarah dan Historiografi Arah dan Perspektif, Jakarta: PT Gramedia kerjasama dengan Yayasan IlmuIlmu Sosial (YIIS) dan LEKNAS-LIPI.

Adisusilo J.R, Sutarjo, dkk (ed). (2001). Strategi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta: Penerbitan Universitas Sanata Dharma.

Aisiah. (2016). Peran Sejarah sebagai Basis untuk membangun Karakter Peserta Didik melalui Biografi Tokoh. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah seIndonesia: Kajian Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013, Yogyakarta: FIS UNY, hlm. 1-12.

Aman. (2011). Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta: Ombak.

Garvey, Brian dan Mary Krug. (2015). Model-Model Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah, (terjemahan) Yogyakarta: Ombak.

Gulo, Fileksius. (2015). Pendidikan Sejarah dan Karakter Bangsa, Suara Merdeka (edisi 21/10/2015).

Handayani, Sri. (2014). Pembelajaran Sejarah Dalam Membangun Budaya Karakter Bangsa. Prosiding Seminar Nasional: Pembelajaran Sejarah di Tengah Perubahan, Malang: FIS UM kerjasama dengan Asosiasi Pendidikan dan Peneliti Sejarah, hlm. 180-187.

Hasan, S. Hamid. (2012). Pendidikan Sejarah Untuk Memperkuat Pendidikan Karakter. Jurnal Paramita Vol. 1 Jan, hlm. 81-95

.......................... (2014). Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Sejarah Kurikulum 2013. Prosiding Seminar Nasional: Pembelajaran Sejarah di Tengah Perubahan, Malang: FIS UM kerjasama dengan Asosiasi Pendidikan dan Peneliti Sejarah, hlm. 17-30.

Kartodirdjo, Sartono. (1982). Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia Suatu Alternatif, Jakarta: PT Gramedia.

.................................. (1993). Pembangunan Bangsa, tentang Nasionalisme, Kesadaran dan Kebudayaan Nasional, Yogyakarta: Aditya Media.

Lickona, Thomas. (2012). Educating For Character: Mendidik Untuk Membentuk Karakter, (terjemahan) Jakarta: Bumi Aksara.

Lionar, Uun. (2016). Peran Guru Sejarah Dalam Pendidikan Nilai: Suatu Refleksi. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia: Kajian Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013, Yogyakarta: FIS UNY, hlm. 81-90.

Nordholt, Henk Schulte, Bambang Purwanto, dan Ratna Saptari (ed). (2008). Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia kerjasama dengan KITLVJakarta dan Pustaka Larasan.

Pratama, Fahreza Erico. (2017). Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Lokal. Prosiding Seminar Nasional (Sejarah Lokal: Tantangan dan Masa Depan), Malang: FIS UM, hlm 238- 245.

Priyadi, Sugeng. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan Sejarah, Yogyakarta: Ombak.

Priyatni, Endah Tri dan Nurhadi. (2017). Membaca Kritis dan Literasi Kritis, Tangerang: Tira Smart.

Ratna, Nyoman Kutha. (2014). Peranan Karya Sastra, Seni dan Budaya Dalam Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salvetri. (2016). Pembelajaran Sejarah: Kontribusinya dalam Membangun Karakter Bangsa. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia: Kajian Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013, Yogyakarta: FIS UNY, hlm. 112-119.

Samani, Muchalis dan Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sastrapratedja SJ, M. (2013). Pendidikan Sebagai Humanisasi, Jakarta: Pusat Kajian Filsafat dan Pancasila.

Soedjatmoko, Mohammad Ali, G. J Resink, G. McTurnan Kahin (ed). (1995). Historiografi Indonesia Sebuah Pengantar, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Subroto, Wisnu. (2016) Pembelajaran Sejarah untuk Penanaman Nilai-Nilai Lokal. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia: Kajian Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013, Yogyakarta: FIS UNY, hlm. 382-388.

Susanto, Heri. (2014). Seputar Pembelajaran Sejarah: Isu, Gagasan, dan Strategi Pembelajaran, Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Tilaar, H.A.R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan, Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta


Article Metrics

Abstract view : 169 times
PDF - 136 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.