BUDAYA LELUHUR DAN PENGARUHNYA PADA STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Paul Suparno

Abstract


Pendidikan karakter sudah cukup lama mendapatkan tekanan dalam pendidikan formal di Sekolah Indonesia. Pada masa kepemimpinan Jokowi pertama ditekankan pentingnya pendidikan karakter dalam program Nawacita melalui PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) dengan tekanan pada nilai religius, nasionalis, daya juang, kemandirian, gotong royong, dan kejujuran. Dalam masa kepemimpinan Jokowi yang kedua, pendidikan karakter semakin mendapatkan tekanan, seperti diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Nantinya UN akan memuat asesmen tentang karakter, selain literasi dan numerasi. Karakter anak didik kita saat ini dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk nilai-nilai dari luar yang ditawarkan lewat gadget, internet, dan berbagai media. Pengaruh nilai luar ini begitu gencar melalui teknologi modern yang dapat mengalahkan nilai-nilai baik dari budaya lokal. Dalam rangka membantu anak didik agar lebih kaya, lebih luas, dan lebih selektif, kiranya penting bahwa nilai baik dari budaya leluhur digali, dikenalkan, dan disebarkan, sehingga anak didik dapat memilih dan menghidupinya. Artikel singkat ini mencoba mengajak kita untuk memikirkan bagaimana kita sebagai pendidik mau dan dapat menggali nilai baik dari budaya leluhur dan mengenalkannya pada anak didik kita.


Full Text:

PDF

References


Ryan, Kevin & Lickona, Thomas. 1992. Character Development in Schools and Beyond. Washington DC: The Council for Research in Values and Philosophy.

Stanley, Thomas. College Ranking not among millionaires, key success factors. Dalam http://www.thomasjstanley.com/2012/12/college-ranking-not-among-millionaires-key-success-factors/. Diunduh 11 Desember 2019.

Suparno, Paul. 2015. Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.


Article Metrics

Abstract view : 86 times
PDF - 161 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.