IMPLIKATUR PERCAKAPAN SANTRI PUTRI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PONDOK PESANTREN GENERASI 4.0

Risnawati Risnawati, Rizky Ardika Vitasari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memebri penjelasan tentang wujud dan fungsi implikatur di pondok pesantren sebagai penguatan pendidikan karakter generasi 4.0. Generasi 4.0 memerlukan adanya peguatan karakter yang tidak didapatkan dalam pendidikan formal saja melainkan lingkungan sosial juga memiliki pengaruh yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan informasi yang ada dalam tuturan percakapan santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berkaitan dengan pragmatik yang menekankan pada makna dan konteks tuturan.. Data berupa tuturan santri putri di pondok pesantren. Analisis data penelitian ini terdiri dari tiga tahapan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, yaitu 1). Wujud verbal  dan 2) fungsi wujud verbal. Wujud verbal mengarah pada tuturan imperatif yang memiliki empat fungsi, yaitu (a) melarang, (b) menasehati, (c) memerintah, dan (d) mawas diri.

 


Keywords


implikatur, interaksi, santri, generasi 4.0, imperatif.

Full Text:

PDF

References


Benesova, A. Tupa, J. Requirement for Education and Qualification of People in Industry 4.0. Procedia Manufacturing. 11. Halaman 2196. doi:10.1016/j.promfg.207.07.366.

Ellahi R.M et al. Redesigning Curriculum in line with Industry 4.0.Procedia Computer Science 151 (2019) 699–708.

Farida, S. 2016. PendidikanKarakterdalamPerspektif Islam. Journal of Social Community. 1 (1). Halaman 1.

Muhammad, Y and Ismail S.W. 2015. Active Learning on Teaching Arabic for Special Purpose in Indonesian Pesantren. Procedia - Social and Behavioral Sciences 191 ( 2015 ) 137 – 141

Nugroho, R.A. 2008. AnalisisImplikaturPercakapandalamTindakKomunikasi di KelompokTeater Peron FKIP UNS (makalah)

Patriadi, B. Y, Bakar, M. Z. A, Hamat, Z. 2015. Human security in local wisdom perspective:

Pesantren and its responsibility to protect People. Procedia-Enviromental Sciences. 28. Halaman 103. doi:10.1016/j.proenv.2015.07.015.

Sahlan, A. 2014. Enhancement of Culture in Education: Research on Indonesian HighSchool. Procedia-Social and Behavioral Science. 143. Halaman 119. doi:10.1016/j.sbspro.2014.07.371

Sifianou, M. 2019. Im/politeness and in/civility: A neglected relationship?. Journal of Pragmatics 147 (2019) 49e64.

Wekke, I.S. 2015. Arabic Teaching and Learning: A Model From Indonesian MuslimMinority. Procedia-Social and Behavioral Sciences. 191 (2015) 286-290. Halaman 288. doi:10.1016/j.sbspro.2015.04.236.

Wekke, I.S dan Sanusi. 2013. Technology on Language Teaching and Learning: A Research on Indonesian Pesantren. Social and Behavioral Sciences 83 ( 2013) 585 – 589

Wiranata, R. S. 2019. Tantangan, ProspekdanPeranPesantrendalamPendidikanKarakter di Era RevolusiIndustri 4.0. JurnalKomunikasidanPendidikan Islam. 8(1), 3-4.


Article Metrics

Abstract view : 9 times
PDF - 25 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.