STRATEGI PENGUATAN KARAKTER NASIONALISME MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI CINTA TANAH AIR

Erlin Fitria

Abstract


Salah satu dampak negatif yang tidak dapat dihindari di era globalisasi yakni lunturnya jiwa nasionalisme di kalangan remaja. Hal ini dapat dilihat dari semakin manjamurnya  fans girl dan fans boy yang mengidolakan artis K-Pop yang berasal dari negara luar. Selain itu juga tingginya tingkat ketertarikan remaja untuk mempelajari budaya luar dibandingkan budaya Indonesia. Rasa ketertarikan pada budaya luar mendorong remaja untuk meniru secara langsung beberapa kebiasaan tersebut yang tidak semuanya cocok dengan budaya Indonesia. Padahal dimasa yang akan datang, remaja adalah baris terdepan yang harus menjaga kesatuan bangsa dan negara. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran pada guru dan orangtua bahwa layanan bimbingan kelompok berbasis nilai cinta tanah air dapat dijadikan solusi masalah lunturnya jiwa nasionalisme remaja. Dengan bimbingan dan kelompok berbasis cinta tanah air ini remaja diajak untuk berdiskusi dari beberapa kasus terkini mengenai nasionalisme yang tujuannya adalah merubah pemahaman diri remaja untuk dapat lebih bangga, mencintai dan berusaha mempertahankan kesatuan bangsa dan  negara Indonesia. 

 


Keywords


Nasionalisme, Bimbingan Kelompok, Nilai Cinta Tanah Air

Full Text:

PDF

References


Dr. Achmad Juntika Nurihsan. (2006). Bimbingan dan Konseling Dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditama.

Erni, M. (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Rasa Cinta Tanah Air pada Remaja di Perbatasan Indonesia-Malaysia. PSIKOBORNEO, 4(4), 894–856.

Gladding, S. T. (1995). Group Work A Counseling Specialty. United States of America: Prentice Hall Inc.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2001). Leading and Managing Comprehensive School Guidance Program. ERIC Clearinghouse on Counseling and Student Service.

Hadi, I. P., Katolik, U., Mandala, W., Kristen, U., Surabaya, P., Malang, U.

M., & Litera, B. (2015). Information and Communication Technology , dan Literasi Media Digital. 198.

Kemendikbud. (2017). Panduan Penguatan Pendidikan Karakter Pada Jenjang Sekolah Dasar. Jakarta.

Mungin Eddy Wibowo. (2005). Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press.

Muslihati. (2019). Peran Bimbingan dan Konseling dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Kejuruan. 4(3), 101–108. https://doi.org/10.17977/um001v4i32019p101

Pradini, W. (2012). PENGARUH BUDAYA K-POP TERHADAP NASIONALISME REMAJA. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.

Prayitno. (2000). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Saputri. (2016). Peran dosen dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme mahasiswa program studi PPKn IKIP PGRI Bojonegoro. Media Prestasi, 17(1), 41–50.

Sudrajat, A. (2011). Mengapa Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 47–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316

Suherman. (2008). Konsep dan Aplikasi Bimbingan dan Konseling. Bandung: Jurusan PPB UPI.

Sukardi, D. K. (2007). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyata. (2011). Pendidikan Karakter: Dimensi Filosofis. dalam Darmiyati Zuhdi (ed). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.


Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 100 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.