UMUR SIMPAN GROWOL WIJEN DENGAN VARIASI RASA DALAM KEMASAN PLASTIK PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG

Nungky Werdiyaningsih, Bayu Kanetro

Abstract


Bau, rasa, dan bentuk growol kurang disukai konsumen , maka dilakukan diversifikasi pangan menjadi growol wijen yang merupakan inovasi dari produk pangan onde-onde dengan variasi isi growol. Produk ini diharapkan menjadi makanan khas dari Kulonprogo. Onde-onde merupakan jajanan pasar yang popular di Indonesia, yang diolah dari bahan dasar tepung ketan yang berbentuk bulat dan dilumuri oleh wijen, dan biasanya dijual di pedagang kaki lima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis growol terhadap umur simpan growol wijen pada penyimpanan suhu ruang. Pengujian yang dilakukan adalah analisa kadar air, TPC, warna, dan tekstur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penyimpanan growol wijen dilakukan pada suhu ruang selama 6 hari menggunakan kemasan plastik dan analisa dilakukan pada rentang waktu 2 hari. Hasil Analisa tekstur growol wijen tidak terdapat beda nyata. Analisa warna growol wijen terdapat beda nyata selama penyimpanan. Hasil Analisa kadar air menunjukkan growol original memiliki kadar air lebih tinggi. Pada pengujian sifat mikrobiologi growol wijen hari ke nol dapat diterima sesuai dengan BPOM RI Nomor ISBN 978-602-3665-11-2 jumlah cemaran bakteri maksimal 1 x 105 koloni/g . Penelitian ini secara umum dapat disimpulkan bahwa jenis growol mempengaruhi umur simpan produk growol wijen

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2014. Kerusakan makanan. https://reninovalia.wordpress.com/2014/01/07/kerusakan-makanan/. Diakses pada tanggal 5 April 2018.

Buckle, K.A., Edwards,R.A., Fleet,G.H.,dan Wootton, M. 2007. Ilmu pangan. Penerjemah: H. Purnomo dan Adiono. UI Press, Jakarta.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 1995. SNI 01.3840-1995. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Carito, P. 2016. Pengaruh Pengemasan Vakum Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Growol Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Deman, J.M.. 1997. Kimia Makanan. Bandung : Penerbit ITB.

Estiasih, T. dan Ahmadi, K. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara, Jakarta.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Fellows, P, (1990). Dehydration. In Encyclopedia of Food Science and Technology. Volume 1. Jhon Willey and Son, Inc. New York.

Haryadi. 2006. Teknologi Pengolahan Beras. Yogyakarta: UGM Press.

Hoa, H. M. 1987. Perubahan Fisik dan Biokimiawi pada Fermentasi Growol. Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta. Tidak diterbitkan.

Ketaren, S. 2005. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press.

Luwihana, S., dan Wariyah, C., 2014. Pengolahan Growol Manis dan Perbaikan Metode Pengemasan (Kegiatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo-DIY). Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta 22 April 2014.

Maryanto, C. 2000. Pola Isoterm Sorbsi Lembab (ISL) Growol. Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Manggala Yogyakarta.

Littlewood, M., and Littlewood, M. 2008 Gateways to Beijing: a travel guide to Beijing . ISBN 981-4222-12-7

Prasetia, K.D. dan Kesetyaningsih, T.W., 2014. Effectiveness of Growol toPrevent Diarrhea Infected by Enteropathogenic Eschericia coli.International Journal of ChemTech Research Vol. 7 (6): 2606-2611.

Putri, W.D.R., Haryadi, Marseno, D. W., Cahyanto, M.N. 2012. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Amilolitik Selama Fermentasi Growol, Makanan Tradisional Indonesia. Jurnal Teknologi Pertanian Vol.13 No. 1: 52-60.

Qinah, E. 2009. Skripsi: Pengaruh Konsentrasi Gula Pasir dan Tepung Ketan terhadap Sifat Kimia, Organoleptik serta Daya Simpan Dodol Ubi Jalar Ungu. Sumatera Utara: Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.

Rahayuningsih., A. E., Lestari, L. A. dan Juffrie, M., 2010. Frekuensi konsumsigrowol berhubungan dengan angka kejadian diare di Puskesmas Galur IIKecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, DIY. The Indonesian Journalof Clinical Nutrition,7(1):------

Sahara. 2011. Penggunaan Kepala Udang sebagai Sumber Pigmen dan Kitin dalam Paka Ternak. J. Agribisnis dan Industri Peternakan (1) 1: 31-35.

Sohibulloh, I., Hidayati,D., dan Burhan. 2013. Karakteristik manisan nangka kering dengan perendaman gula bertingkat. JurnalAgrointek. 7(2):84-89.

Subagjo, A. 2007. Manajemen Pengolahan Roti dan Kue. Graha Ilmu,Yogyakarta.

Sumarna, D. 2008. Pengaruh Proporsi Beras Pecah Kulit, kcang Tunggak dan Jagung Terhadap Mutu Sereal Mengembang (Puffed) yang Dihasilkan. J. Teknologi Pertanian Vol.4 No.1. : 41-47. Universitas Mulawarman Samarinda.

Syarief R., Sassya, S., dan Isyana, B.S.T. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium rekayasa proses pangan PAU pangan dan gizi. IPB. Bogor

Winarno FG, dan Betty JSL. 1983. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. Penerbit. Ghalia Indonesia. Jakarta

Winarno, F. G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Article Metrics

Abstract view : 92 times
PDF - 179 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.