MODEL LAYANAN PSIKOSOSIAL (PSYCHOSOCIAL CARE) DALAM PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

Anandany Arlita Nastiti Putri, Suryanto Suryanto

Abstract


Layanan psikososial adalah perawatan secara psikologis dan sosial terhadap pasien dengan penyakit kronis di mana dukungan psikososial diberikan sebagai salah satu bentuk keperawatan kritis yang akan berpengaruh pada kondisi fisik,
sosial, kognitif, emosi serta masalah psikologis lainnya yang dialami oleh pasien dan keluarga sepanjang penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan model layanan psikososial dalam perawatan paliatif pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth-interview). Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang tim paliatif yang mendampingi pasien dengan penyakit kanker payudara. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis tematik, kemudian dilakukan member checking sebagai kredibilitas data. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model-model layanan psikososial yang diberikan oleh tim paliatif yaitu pemberian dukungan sosial dalam program Kelompok Dukungan Paliatif, intervensi psikologis, layanan home visit dan home care, serta penyuluhan komunitas. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu tim paliatif dapat mengembangkan keterampilan dalam memberikan intervensi
kepada pasien serta diharapkan bagi pemberi layanan kesehatan terutama rumah sakit untuk mengembangkan secara optimal poli perawatan paliatif sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Full Text:

PDF

References


Anindita, Y.P.C., Marchira, C.R., & Prabandari, Y.S. (2010). Hubungan antara pemberian radioterapi dengan terjadinya distress, anxiety, dan depresi pada penderita kanker payudara. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

(1).

Brighton, L.J., & Bristowe, K. (2016). Communication in palliative care: Talking about the end of life, before the end of life. Postgrad Med Journal, 92, 466-470.

Chusairi, A. (2004). Health seeking behaviour pada pasien poli perawatan paliatif studi eksploratif terhadap lima pasien poli perawatan paliatif Rsud Dr. Soetomo Surabaya. Insan Media Psikologi, 6(1).

Creswell, J.W. (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta : PT.Pustaka Pelajar.

Draeger, D. L., Sievert, K.-D., & Hakenberg, O. W. (2018). Analysis of psychosocial stress factors in patients with renal cancer. Therapeutic Advances in Urology, 10(6), 175–182.

Effendy, C. (2014). Pengembangan manajemen pelayanan paliatif. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 17(1).

Guntari, G.A.S., & Suariyani, N.L.P. (2016). Gambaran fisik dan psikologis penderita kanker payudara post mastektomi di RSUP Sanglah Denpasar. Arc. Com. Health, 3(1).

Anindita, Y.P.C., Marchira, C.R., & Prabandari, Y.S. (2010). Hubungan antara pemberian radioterapi dengan terjadinya distress, anxiety, dan depresi pada penderita kanker payudara. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

(1).

Kaplan, H.I., & Sadock, B.J. (2010). Buku ajar psikiatri klinis Edisi 2. Jakarta: EGC Medical Publisher.

Khairunnisa, A., Wahyuningsih, S., & Irsyad, N.S. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Jakarta tahun 2017. Jurnal Profesi Medika, 11(2).

Legg. (2012). What is psychosocial care and how can nurse better provide it to adult oncology patient. Australian Journal of Advanced Nursing, 28(8).

Maria, N. (2015). Modul pendampingan paliatif dari sudut pandang psikologi. Jember : Garwita Institute.

Nihayati, A. (2012) Dukungan sosial pada penyandang HIV/AIDS dewasa. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nursalam, Efendi, F., & Puspawati, N.L.P.D. (2009). Hubungan organizational role stressors dengan tingkat stress kerja perawat ICU. Jurnal Ners, 4(1).

Putri, D. (2013). Korelasi social support dengan caregiver burden pada istri pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Psikiatri Surabaya, 3(1).

Ritchie, M. (2001). Psychosocial nursing care for adolescents with cancer. Issues in Comprehensive Paediatric Nursing, 24(3), 165-175.

Setyaningsih, F.D., Makmuroch., & Andayani, T.R. (2011). Hubungan antara dukungan emoisonal keluarga dan resiliensi dengan kecemasan menghadapi kemoterapi pada pasien kanker di RSUD Dr. Moewardi

Surakarta. Jurnal Psikologi Wacana, 3(2).

Susilowati, W., & Qomaruddin, M.B. (2016). Self efficacy of woman aged 35-44 years in breast cancer prevention effort. Jurnal Promkes, 4(2).

Suparman, B. D., Handayani, L. T., & Adi, G. S. (2017). Penerapan palliative care pasien chronic kidney disease (ckd) terhadap kualitas hidup pasien hemodialisa di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik

Jember. http://repository.unmuhjember.ac.id/1008/1/ARTIKEL.pdf.

Temel, J.S., Greer, J.A., Muzikansky A., Thomas, J.L. (2010). Early palliative care for patients with metastatic non-small-cell lung cancer. Journal of Medicine, 363, 733-742.

Wahyuni, R. (2011). Hubungan kesiapan orang tua dengan kualitas hidup anak yang menderita penyakit terminal dalam perawatan paliatif di Yayasan Rumah Rachel. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa

Unggul, Jakarta. Retrieved from website : https://digilib.esaunggul.ac.id/hubungan-kesiapan-orang-tuadengan-

kualitas-hidup-anak-yang-menderita-penyakit-terminal-dalam-perawatan-paliatifdi-yayasanrumah-rachel-3425.html.

Williams, M.L. (2003). Psychosocial issues in palliative care. New York: Oxford University Press. World Health Organization. (2015). WHO definition of palliative care. 2015. Retrieved from WHO website :

https://www.who.int/cancer/palliative/definition/en/


Article Metrics

Abstract view : 738 times
PDF - 987 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.