PENGARUH METODE LATIHAN DAN POWER TERHADAP KECEPATAN LARI 60 METER SISWA SMA OLAHRAGA SRIWIJAYA

Richo Supriansyah, Ria Lumintuarso

Abstract


Penelitian ini mengungkapkan: (1) perbedaan pengaruh latihan lari jarak pendek beban linear dan nonlinear, (2) perbedaan prestasi lari 60 meter siswa power besar dan kecil, dan (3) interaksi antara metode latihan dan power terhadap prestasi lari 60 meter. Metode eksperimen faktorial 2 x 2. Power otot tungkai menggunakan standing broad jump dan tes lari 60 meter menggunakan kecepatan lari 60 meter. Hasil menunjukkan: (1) ada perbedaan pengaruh latihan lari jarak pendek beban linear dan beban nonlinear terhadap prestasi lari 60 meter, terbukti p = 0,000 < 0,05, metode latihan beban nonlinear lebih baik dibandingkan linear; (2) ada perbedaan pengaruh prestasi lari 60 meter siswa dengan power besar dan kecil, terbukti nilai p = 0,005 < 0,05, siswa dengan power besar lebih baik dibandingkan power kecil; dan (3) Ada interaksi antara metode latihan beban linear dan nonlinear dengan power terhadap prestasi lari 60 meter, terbukti nilai p = 0,042 < 0,05.


Full Text:

PDF

References


Albayrak, A.Y., Imamoglu, R., & Can, I. (2014). Analyzing short (100 meters) and middle distance (800-1200 meters) running and coordination values according to sports branches of students who take entrance exams to sports high school. Journal of Science Culture and Sport, 51, 2148-1148.

Bompa, T.O. & Buzzichelli, J. (2015). Periodization training for sports (3rd ed.). Champaign: Human Kinetics.

Corn, R.J. & Nudson, D.K. (2003). Effect of elastic-cord towing on the kinematics of the acceleration phase of sprinting. Journal of Strength and Conditioning Research, 121, 301-310.

Djumidar. (2004). Gerak-gerak dasar atletik dalam bermain. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Fox, E, L. (1984). Sport Physiology (second edition). Philadelphia: CBS College Publishing.

Ghazali, A., Mansur, M., Widanita, N., Guntur, G., Putra, F., & Fajaruddin, S. (2019). Developing pilates training model for decreasing the body fat ratio among overweight women. ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 8(1), 9–17. https://doi.org/10.15294/ACTIVE.V8I1.27908

Hananto, H., & Rachman, H. (2013). Keterampilan bermain sepaktakraw atlet pelajar DIY. Jurnal Keolahragaan, 1(2), 142 - 155. Retrieved from http://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/2570

Irianto, D. P. (2002). Dasar kepelatihan. Yogyakarta: UNY Press.

Komari, A. (2010). Biomekanika olahraga. Yogyakarta: UNY Press.

Lumintuarso, R. (2004). Trend penelitian terapan dalam atletik. Jakarta: FIK Universitas Negeri Jakarta.

Lumintuarso, R. (2013). Pembinaan multilateral bagi atlet pemula. Yogyakarta: UNY Press.

Miller, P.W. (2002). Measurment and teaching. Champaign: Patrick W. Miller and Associates.

Naskar, D. & Mondal, T., (2015). A study on relationship among the performance between 50 m. Run, standing broad jump and long jump. International Journal of Law, Education, Social and Sports Studies (IJLESS), 2, 239-244.

Putra, Pedut (2011). Perbedaan pengaruh latihan acceleration sprint dan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra kelas viii smp n 25 surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Negeri Surakarta.

Sudjana, N. & Ibrahim. (2009). Penelitian dan penilaian pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syafaruddin, M. (2011). Perbedaan pengaruh metode latihan hollow sprints dan repetition sprints terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter ditinjau dari power otot tungkai. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Negeri Surakarta.

Wahjeodi. (2001). Landasan evaluasi pendidikan jasmani. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.26486/jfp.v1i1.974

Article Metrics

Abstract view : 41 times
PDF - 44 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Richo Supriansyah