Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik pada Siswa TKA

Authors

  • Dinda Kristina Hari Wardani Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Citrawanti Oktavia Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Idha Rahayuningsih Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.26486/intensi.v1i1.3188

Keywords:

motorik halus, teknik mozaik, siswa usia 4-5 tahun

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah pengembangan motorik halus. Berdasarkan hasil asessmen awal melalui observasi dan wawancara di TK A didapatkan data bahwa ada dua siswa yang mempunyai motorik halus yang tertinggal dibandingkan teman sekelasnya. Siswa tersebut menunjukkan bahwa masih belum bisa menggenggam krayon dengan benar, gerak mata belum bisa fokus, belum mampu menggunakan alat makan dengan benar, belum bisa melempar dan menangkap bola, dll.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari teknik mozaik terhadap peningkatan motorik halus. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen. Desain eksperimen pada penelitian ini yaitu one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria subjek adalah anak berusia 4-5 tahun dan motorik halusnya tidak sesuai dengan standart perkembangan anak usia 4-5 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa usia 4-5 tahun di TK X yang terlihat dari peningkatan skor postest yang pada subjek 1 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 7,31 % sedangkan subjek 2 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 6,65 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik mozaik dapat meningkatkan motorik halus siswa.

References

Anita Chaudhari, Brinzel Rodrigues, S. M. (2016). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B Melalui Teknik Mozaik Di Tk Dharma Wanita Tunas Harapan Bangsa Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2015/2016 (pp. 390–392).

Arifah, R. (2014). Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik Pada Anak Kelompok A Di Tk Aba Khadijah Bangunjiwo Timur Kasihan Bantul. Lincolin Arsyad, 3(2), 1–46.

Asmara, B. (2020). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting di Kelompok A Tk Khadijah Surabaya. Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 11–23.

Atikah, D. (2017). Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Artikel. Sandora Salim, 29–39.

Dewi, R. 2005. Berbagai Masalah Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.Hamalik,

Fahruddin, F., Nurhasanah, N., Astin, B. N., & ... (2021). Pengembangan Teknik Mozaik Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Di Tk Islam. Jurnal PAUD.1(2), 36–44.

Farah Rizkita Putri, Rudiyanto, I. G. K. A. (2015). Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Teknik Mozaik. 229.

Juli Maini Sitepu, S. R. J. (2016). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Teknik Mozaik Di Raudhatul Athfal Nurul Huda Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Intiqad, 8(2), 73–83.

Vicky Vidyasary, Wiji Antika2, B. S. (2022). Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Mozaik Saat Pandemi Di Tk Dharma Wanita Jaten Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi. 28.

Downloads

Published

2023-02-01